Popular Post

Archive for 2014

Resensi Novel Rumah Tanpa Jendela

By : Unknown

 

1) Identitas Buku :

Judul : Rumah Tanpa Jendela

Nama Pengarang : Asma Nadia

Penerbit : PT. Kompas Media Nusantara

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Warna Sampul : Putih

Ukuran Sampul : 21 cm

Harga Novel : Rp 68.000

Jumlah Cetakan : Empat

Jenis Novel : Drama Populer

2) Sinopsis Rumah Tanpa Jendela

Rara adalah gadis kecil berusia 8 tahun, rara sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.

Si Mbok adalah nenek Rara yang sakit-sakitan dan ayahnya bernama Raga yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih.

Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum pergi ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara menyempatkan untuk sekolah di tempat sederhana yang khusus untuk anak jalanan. Bu Alya satu-satunya pengajar sukarelawan disekolah itu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung agar dapat mengenal huruf dan dapat berhitung.

Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta, Aldo seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit mengalami keterbelakangan mental, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahril dan Nyonya Ratna . Kehadiran Nek Aisyah menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya. Di antara keluarga yang dimiliki aldo hanya nek aisyah yang sangat mengerti aldo. Kaka aldo sempat menolak memiliki adik seperti aldo, hingga sang kakak malu memiliki adik yang mengalami keterbelakangan mental.

Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab. Sejak pertemuan itu aldo dan rara menjadi sahabat dimana rara sebagai teman terdekat yang dimiliki aldo,karena jarang ada yang berteman dengan aldo karena aldo memiliki kelainan. Kepada rara aldo menceritakan segala apa yang dirasakan aldo mulai dari penghinaan,pengkucilan dan pengasingan yang dirasakan aldo, rara adalah teman yang baik yang dimiliki aldo,rara selalu memberikan semangat pada aldo untuk selalu percaya diri dan tidak bersedih. Rara membuat aldo yakin bahwa apa yang dimiliki aldo sangat berarti dari pada yang dimilki oleh rara. Rara menceritakan pada aldo keinginannya mempunyai rumah dengan jendela yang banyak dan di kelilingi tanamanan. Namun, ayah rara yang berpenghasilan minim dan lingkungan rumah yang tidak memungkinkan rara memiliki rumah indah sesuai impiannya. Rara mengajarkan lewat impiannya bahwa kita harus berani bermimpi dan berharap walaupun di atas kekurangan yang kita miliki. Hingga suatu hari Perkampungan kumuh tempat Rara tinggal terjadi kebakaran, sementara di rumah Aldo semua panik karena karena Aldo meninggalkan rumah, aldo pergi karena kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya.

Saat itu aldo pergi dan memilih untuk pergi kerumah rara. Namun disana sedang terjadi kebakaran dan aldo sulit menemukan rara. Saat itulah aldo pergi menuju sekolahnya. Disaat itu aldo merasa bahwa dirinya tak berdaya dan sangat menyusahkan orang lain. Pada raralah aldo menceritakan apa yang ia inginkan begitu pula sebaliknya. Saat itu aldo memberikan kesempatan pada rara untuk tinggal dirumah aldo yang ketika itu rara ditinggalkan oleh ayahnya selama-lamanya. Sebelum terjadi kebakaran ayah rara mempersiapkan sebuah jendela untuk rara, namun tuhan berkata lain rara harus kehilangan ayahnya sekaligus rumahnya.

Novel yang dikembangkan dari cerpen Asma yang berjudul Jendela Rara, ini mengangkat tema yang sangat sederhana. Namun mampu membeberkan permasalahan di dua kelompok masyarakat Jakarta. Si kaya dengan ketidakbersyukurannya, dan si miskin dengan ketidakberdayaannya sebagai kaum papa. Akan kamu temukan cerita cinta, sedikit komedi, persahabatan, dan perjuangan, di dalamnya.

Kelemahan dalam novel ini adalah alur ceritanya yang sedikit melompat-lompat sehingga pembaca merasa agak binggung untuk memahaminya. Seandainya cerita dikemas dalam bentuk tulisan yang mengalir tanpa harus tiba-tiba membahas satu orang atau satu kejadian berbeda di tengah cerita pasti akan lebih bagus.

Berkat alur ceritanya yang inspiratif, cerpen yang terbit pada Januari 2011 ini telah diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul sama yang dibintangi Dwi Tasya dan Emir Mahira. Cerpen lain karya Asma Nadia, Emak ingin naik Haji, juga pernah diangkat ke layar lebar dan meraih banyak penghargaan. Novel dan Filmnya sangat menyentuh hati.

Tokoh-tokoh dalam cerita:

a. Rara gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.

b. Si Mbok, neneknya Rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya.

c. Raga yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja.

d. Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih.

e. Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan.

f. Bu Alya satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.

Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta.

g. Aldo anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses.

h. Pak Syahri dan Nyonya Ratna adalah orangtua dari Aldo.

i. Kehadiran Nek Aisyah, Ibu Pak Syahri menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya.

Resensi Novel Rumah Tanpa Jendela

By : Unknown


1)      Identitas Buku :
Judul                           : Rumah Tanpa Jendela
Nama Pengarang         : Asma Nadia
Penerbit                      : PT. Kompas Media Nusantara
Kota Terbit                  : Jakarta
Tahun Terbit                : 2011
Warna Sampul             : Putih
Ukuran Sampul           : 21 cm
Harga Novel                : Rp 68.000
Jumlah Cetakan           : Empat
Jenis Novel                  : Drama Populer

2)      Sinopsis Rumah Tanpa Jendela
Rara adalah gadis kecil berusia 8 tahun, rara sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.
Si Mbok adalah nenek Rara yang sakit-sakitan dan ayahnya bernama Raga yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih.
Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum pergi ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara menyempatkan untuk sekolah di tempat sederhana yang khusus untuk anak jalanan. Bu Alya satu-satunya pengajar sukarelawan disekolah itu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung agar dapat mengenal huruf dan dapat berhitung.
Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta, Aldo seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit mengalami keterbelakangan mental, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahril dan Nyonya Ratna . Kehadiran Nek Aisyah menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya. Di antara keluarga yang dimiliki aldo hanya nek aisyah yang sangat mengerti aldo. Kaka aldo sempat menolak memiliki adik seperti aldo, hingga sang kakak malu memiliki adik yang mengalami keterbelakangan mental.
Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab. Sejak pertemuan itu aldo dan rara menjadi sahabat dimana rara sebagai teman terdekat yang dimiliki aldo,karena jarang ada yang berteman dengan aldo karena aldo memiliki kelainan. Kepada rara aldo menceritakan segala apa yang dirasakan aldo mulai dari penghinaan,pengkucilan dan pengasingan yang dirasakan aldo, rara adalah teman yang baik yang dimiliki aldo,rara selalu memberikan semangat pada aldo untuk selalu percaya diri dan tidak bersedih. Rara membuat aldo yakin bahwa apa yang dimiliki aldo sangat berarti dari pada yang dimilki oleh rara. Rara menceritakan pada aldo keinginannya mempunyai rumah dengan jendela yang banyak dan di kelilingi tanamanan. Namun, ayah rara yang berpenghasilan minim dan lingkungan rumah yang tidak memungkinkan rara memiliki rumah indah sesuai impiannya. Rara mengajarkan lewat impiannya bahwa kita harus berani bermimpi dan berharap walaupun di atas kekurangan yang kita miliki. Hingga suatu hari Perkampungan kumuh tempat Rara tinggal terjadi kebakaran, sementara di rumah Aldo semua panik karena karena Aldo meninggalkan rumah, aldo pergi karena kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya.
Saat itu aldo pergi dan memilih untuk pergi kerumah rara. Namun disana sedang terjadi kebakaran dan aldo sulit menemukan rara. Saat itulah aldo pergi menuju sekolahnya. Disaat itu aldo merasa bahwa dirinya tak berdaya dan sangat menyusahkan orang lain. Pada raralah aldo menceritakan apa yang ia inginkan begitu pula sebaliknya. Saat itu aldo memberikan kesempatan pada rara untuk tinggal dirumah aldo yang ketika itu rara ditinggalkan oleh ayahnya selama-lamanya. Sebelum terjadi kebakaran ayah rara mempersiapkan sebuah jendela untuk rara, namun tuhan berkata lain rara harus kehilangan ayahnya sekaligus rumahnya.
Novel yang dikembangkan dari cerpen Asma yang berjudul Jendela Rara, ini mengangkat tema yang sangat sederhana. Namun mampu membeberkan permasalahan di dua kelompok masyarakat Jakarta. Si kaya dengan ketidakbersyukurannya, dan si miskin dengan ketidakberdayaannya sebagai kaum papa. Akan kamu temukan cerita cinta, sedikit komedi, persahabatan, dan perjuangan, di dalamnya.
Kelemahan dalam novel ini adalah alur ceritanya yang sedikit melompat-lompat sehingga pembaca merasa agak binggung untuk memahaminya. Seandainya cerita dikemas dalam bentuk tulisan yang mengalir tanpa harus tiba-tiba membahas satu orang atau satu kejadian berbeda di tengah cerita pasti akan lebih bagus.
Berkat alur ceritanya yang inspiratif, cerpen yang terbit pada Januari 2011 ini telah diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul sama yang dibintangi Dwi Tasya dan Emir Mahira. Cerpen lain karya Asma Nadia, Emak ingin naik Haji, juga pernah diangkat ke layar lebar dan meraih banyak penghargaan. Novel dan Filmnya sangat menyentuh hati.

Tokoh-tokoh dalam cerita:
a. Rara gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.
b.  Si Mbok, neneknya Rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya.
c. Raga yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk    membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja.
d.  Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih.
e. Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan.
f. Bu Alya satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.
Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta.
g. Aldo anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses.
h. Pak Syahri dan Nyonya Ratna adalah orangtua dari Aldo.
i. Kehadiran Nek Aisyah, Ibu Pak Syahri menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya.

Pemrograman Berorientasi Objek

By : Unknown

Pemrograman Berorientasi Objek

PBO vs Prosedural

Pemrograman berorientasi objek adalah merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi dari suatu masalah melalui perspektif object. Pada pemrograman prosedural secara mendasar adalah metode pemrograman yang mengeluarkan perintah yang akan dieksekusi oleh komputer. Dan biasanya berupa baris baris program yang dieksekusi secara urut mulai dari baris atas hingga bawah.
Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atauobjek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya,


Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat
Konsep dasar
  • Kelas : kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object.Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada,dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
  • Objek : membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
  • Abstraksi : Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  • Enkapsulasi : Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
  • Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  • Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
  1. Visual Foxpro
  2. Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun". Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi berbasis web.
  3. C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh (Bjarne Stroustrup) merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan di Bell Labs (Dennis Ritchie) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bel labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming). Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
  4. Pascal (bahasa pemrograman) adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.
  5. SIMULA
  6. Smalltalk adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Xerox PARC.
  7. Ruby
  8. Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif. Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.
  9. PHP adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
  10. C#
  11. Delphi adalah sebuah Lingkungan pengembangan terpadu (IDE) untuk mengembangkan aplikasi konsol, desktop, web, ataupun perangkat mobile. Produk ini pada awalnya dikembangkan oleh CodeGear sebagai divisi pengembangan perangkat lunak milik Embarcadero, divisi tersebut sebelumnya adalah milik Borland. Bahasa Delphi, atau dikenal pula sebagai object pascal(pascal dengan ekstensi pemrograman berorientasi objek (PBO/OOP)) pada mulanya ditujukan hanya untuk Microsoft Windows, namun saat ini telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Mac OS X, iOS, Microsoft .NET framework (lihat di bawah). Pada tanggal 8 Februari 2006, Borland mengumumkan akan melepas seluruh jajaran produk pengembangan aplikasi komputernya termasuk di antaranya Delphi, untuk itulah Borland membentuk perusahaan baru dengan nama CodeGear sehingga terpisah dari Borland. Saat ini Delphi menjadi bagian dari jajaran IDE milik Embarcadero Technologies setelah Embarcadero Technologies mengakuisisi CodeGear. Hal ini disebabkan karena kerugian yang terus menerus selama 2006 rugi bersih sebesar $53.1 juta, 2007 rugi bersih $61 juta. Sehingga pada tahun 2008 saat CodeGear menderita rugi bersih $22.3 maka CodeGear dijual ke Embarcadero seharga $23 juta untuk menutupi rugi bersih ini.
  12. Eiffel
  13. Perl adalah bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin Unix. Perl dirilis pertama kali pada tanggal 18 Desember 1987 ditandai dengan keluarnya Perl 1. Pada versi-versi selanjutnya, Perl tersedia pula untuk berbagai sistem operasi varian Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC. Dukungan terhadap pemrograman berbasis obyek (object oriented programming/OOP) ditambahkan pada Perl 5, yang pertama kali dirilis pada tanggal 31 Juli 1993. Proyek pengembangan Perl 6 dimulai pada tahun 2000, dan masih berlangsung hingga kini tanpa tanggal yang jelas kapan mau dirilis. Ini dikatakan sendiri oleh Larry Wall dalam satu pidatonya yang dikenal dengan seri The State of the Onion. Dua di antara karakteristik utama Perl adalah penanganan teks dan berbagai jalan pintas untuk menyelesaiakn persoalan-persoalan umum. Tidak heran jika Perl sangat populer digunakan dalam program-program CGI (Common Gateway Interface) dan berbagai protokol Internet lainnya. Seperti diketahui, TCP/IP sebagai basis bagi semua protokol Internet yang dikenal sekarang ini menggunakan format teks dalam komunikasi data. Seperti juga bahasa populer lainnya, Perl menerima banyak kritikan. Meski banyak di antaranya hanya berupa mitos, atau berlebih-lebihan, tapi terdapat juga sejumlah kritikan yang valid. Salah satunya adalah, sintaksnya susah dibaca, karena banyak menggunakan simbol-simbol yang bukan huruf dan angka.
  14. Adobe Flash AS 3.0
 sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek
By : Unknown
BOOTING
Booting adalah suatu proses yang terjadi saat seseorang menyalakan suatu komputer. Berikut ini urutan proses booting komputer.
Setelah dinyalakan atau diaktifkan, semua register prosesor di setting kosong  dan prosesor di setting reset. Address 0xFFFF di-load di segmen kode (code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dijalankan. Saat terjadi proses booting secara umum program BIOS(Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil.
Jenis-jenis Booting Berdasarkan prosesnya, dikenal beberapa jenis booting, yaitu:a. cold boot
Boot yang terjadi saat komputer dari keadaan mati, kebalikan dari warm boot.
b.warm boot
Boot yang terjadi saat komputer dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Tujuannya mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm boot ini biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem.
c. soft boot
Boot yang dikendalikan melalui sistem.
d. hard boot
Boot yang diakukan dengan cara dipaksa.
e.reboot
Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. Reboot dilakukan oleh beberapa hal antara lain sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama atau terjadi perubahan setting dari sistem.
MEMORY
Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori biasanya disebut juga dengan istilah : computer storage, computer memory atau memory, merupakan piranti komputer yang digunakan sebagai media penyimpan data dan informasi saat menggunakan komputer. Memory merupakan bagian yang penting dalam komputer modern dan letaknya di dalam CPU (Central Processing Unit). Sebagian besar komputer memiliki hirarki memori yang terdiri atas tiga level, yaitu:
physical Register di CPU, berada di level teratas. Informasi yang berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU.
Primary Memory (executable memory), berada di level tengah. Contohnya, RAM. Primary Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara relatif dapat diakses dengan cepat, dan bersifat volatile (informasi bisa hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori ini dengan instruksi single load dan store dalam beberapa clock cycle.
Secondary Memory, berada di level bawah. Contohnya, disk atau tape. Secondary Memory diukur sebagai kumpulan dari bytes (block of bytes), waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile (informasi tetap tersimpan ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device, jadi akses meliputi aksi oleh driver dan device. 
 

- Copyright © My Blog My Inspiration - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -